Powered By Blogger

Rabu, 09 Mei 2012

Ingin Pembaharuan Citra KNPI, Sang Wakil Ketua Siap Maju

Sumbawa Besar, BK.
Kepemimpinan Riki Trisnadi M.Si kian ke penghujung masa bakti, namun gema suksesi ketua DPD KNPI Sumbawa periode mendatang kian bergetar saat ini.
Setelah Andi Rusni SE dan Jamaludin Malady M.Si dikabarkan mengkandidatkan diri dalam bursa pemilihan ketua DPD KNPI Kabupaten Sumbawa mendatang, giliran Rusdianto AR, M.Pd yang kini menyatakan siap bertarung di kursi puncak organisasi kepemudaan terbesar tersebut.
Dukungan dari sejumlah Ormas dan organisasi kepemudaan (OKP) agar ia maju dalam pemilihan tersebut terus mengalir, dan dating dari sejumlah kecamatan terutama dari internal Pengurus Kecamatan (PK) KNPI di sejumlah wilayah kabupaten Sumbawa.

“Beberapa OKP sudah menyatakan dukungannya, baik secara personal maupun secara institusional. Hal ini mendorong saya untuk mencoba langkah baru dalam memajukan organisasi induk kepemudaan ini,” ujar Rusdianto belum lama ini.
Dosen FKIP Unsa magister Universitas Negeri Malang ini mengaku siap bertarung dengan membawa sejumlah langkah pembaharuan yang bersifat progresif, baik secara konseptual maupun secara aktual.
Karena melihat perkembangan gerakan kepemudaan saat ini, ia merasa telah terjadi kelambanan dan ketidak stabilan dalam mengaplikasikan nilai-nilai pemuda sebagai pelopor bangsa yang sebenarnya.
Meski telah berbuat selama menjabat sebagai fungsionaris KNPI, ia mengaku prihatin dengan perkembangan dan langkah organisasinya yang belum bisa berbuat lebih nyata dalam berperan serta membangun masyarakat.
Menurutnya, ada hal yang hilang dari semangat kepemudaan saat ini, dimana nilai-nilai kebersamaan telah terdegradasi oleh pengaruh-pengaruh politik yang dibawa dari luar ke dalam organisasi kepemudaan, sehingga gerakan pemuda tidak lagi obyektif saat ini.
Sebagai orang netral dari pengaruh dan kepentingan politik, Rusdianto bertekad mengembalikan nilai-nilai kebersamaan itu di tubuh KNPI kabupaten Sumbawa.
Meski berprofesi di ranah birokrasi, pria kelahiran 1 Januari 1975 ini paling menentang keras tersusupinya gerakan pemuda oleh kepentingan politik praktis dan tradisi birokrasi yang cenderung elitis. Pandangan ini berangkat dari latar belakang pria yang aktif sejak kecil dalam gerakan Pramuka sejak belia ini.
Rusdianto mengaku, selama ini ia telah mencoba berperan efektif dalam tubuh kepengurusan KNPI dan berusaha membawa organisasinya ke arah yang lebih progresif. Namun terkadang hal itu terkendala oleh diskomunikasi dan dis-idealisme antar pengurus.
Dimana, ia tidak menampik organisasi itu telah populer menjadi ‘kendaraan’ bagi oknum atau tokoh pemuda tertentu dalam mencapai tujuan politik dan menjadi sarana kepentingan birokrat.
“Hal ini tidak boleh dijadikan tradisi di organisasi kepemudaan, sebab citra yang terbangun selama ini KNPI sebagai organisasi ‘plat merah’ cenderung menjadi kumpulan orang-orang elit, baik di kancah politik praktis maupun birokrat,” tukasnya.
Rusdianto yang dulunya dikenal sebagai aktifis kemudian terjun ke dunia akademis ini berkomitmen menjadikan DPD KNPI Sumbawa sebagai organisasi yang lebih realistis dalam bergerak dan berperan dalam pembangunan.
“Sehingga semua hal yang disikapi oleh KNPI selama ini tidak berkutat dalam wacana semata, namun miskin aksi. Jadi kita perlu memperlihatkan upaya nyata kepada masyarakat, khususnya kaum muda kita. Sebab bagaimana pun, kita tidak bisa pungkiri, degradasi moral generasi muda kita saat ini harus disikapi dengan tindakan nyata, bukan sebatas berkoar tanpa berbuat yang lebih baik,” tandasnya.
Ia menambahkan, dalam pencalonan ketua DPD KNPI, setidaknya kandidat harus didukung paling sedikit 5 PK KNPI dan ditambah dukungan OKP secara kelembagaan.
Rusdianto diharapkan akan menjadi figur alternatif yang mewakili semua platform, berangkat dari ia sebagai aktifis, birokrat, akademisi, dan pengurus organisasi kepemudaan sejak menginjak remaja hingga saat ini.
"Saat ini konsep pemberdayaan dan penumbuhan kreatifitas pemuda sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai persoalan generasi muda bangsa. Dengan tekad yang bulat dan perhitungan yang matang dalam mempersiapkan serta melakukan gerakan nyata, semuanya bisa kita wujudkan," demikian tukasnya.(**)

Rabu, 14 Maret 2012

PTNNT Akan Sosialisasi ke Lunyuk

Bala Kuning-Sumbawa.
Dalam waktu dekat manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) akan turun ke lapangan guna melakukan sosialisasi sekaligus menyerap aspirasi warga lunyuk. Rencana ini ditetapkan pada pertemuan antara manajemen PTNNT dengan warga Lunyuk difasilitasi oleh DPRD Kabupaten Sumbawa, Selasa 13 Maret 2012.
Dalam pertemuan itu, Camat Lunyuk, Nawawi mengatakan warganya meminta kejelasan mengenai proses rekrutmen tenaga kerja awal PTNNT beberapa waktu lalu. “Pada tahun 2011 kuota tenaga kerja dari seluruh kecamatan Lunyuk sebanyak 14 orang. Namun yang diakomodir hanya 12 orang. Sedangkan 2 orang lainnya hingga saat ini belum terakomodir,” kata Nawawi.
Keberadaan asosiasi pengusaha juga menjadi sorotan karena porsi pembagian tender proyek bagi pengusaha dari Lunyuk lebih sedikit dibanding pengusaha dari 5 kecamatan terdekat lainnya.
Selain itu, masyarakat juga meminta penjelasan dari PTNNT terkait program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan lunyuk pada tahun 2012.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Lunyuk, Abdul Hamid. Ia mempertanyakan mengenai isi MoU antara Kepala Desa di 6 kecamatan terdekat wilayah tambang dengan PTNNT beberapa waktu lalu. Pasalnya, kenyataan di lapangan sangat berbeda dengan yang tertuang dalam MoU tersebut. Hamid juga meminta penjelasan mengenai proses rekruitmen tenaga Community Relation (Comrel) PTNNT yang tersebar di 6 kecamatan terdekat wilayah tambang Dodo Rinti.
“Kami juga ingin tahu status eksplorasi di Dodo Rinti. Apakah merupakan proyek PTNNT yang baru atau kelanjutan dari proyek yang berada di Batu Hijau, KSB? Jika ini merupakan proyek baru, mengapa PTNNT banyak memasukkan tenaga kerja dari Batu Hijau untuk bekerja di Dodo Rinti,” tanya Hamid.
Menanggapi hal tersebut, Senior Manager Community Relation PTNNT, Syarafuddin Jarot mengungkapkan terkait dua orang calon tenaga kerja dari Lunyuk yang belum terakomodir dikarenakan keduanya tidak lulus tes kesehatan.
“Kedua orang tersebut sudah dikembalikan ke desanya masing-masing. Dan penggantinya telah diperoleh dari Desa Perung dan Desa Emang Kecamatan Lunyuk,” paparnya.
Selain tenaga kerja non skill PTNNT juga mencari tenaga kerja yang berfungsi sebagai fasilitator guna menghubungkan perusahaan dengan warga. Dengan adanya tenaga fasilitator, lanjut Jarot, diharapkan apa yang menjadi keinginan masyarakat dapat cepat tersalurkan.
Mengenai program-program pembangunan setiap desa di 6 kecamatan terdekat tambang akan dilakukan secara consultative.
“Setelah pihak desa memasukkan proposal tentang apa yang menjadi kebutuhan masing-masing desa, maka akan segera dilaksanakan oleh PTNNT,” jelasnya.
Ia mengakui memang ada keterlambatan dalam program pembanguna tahun 2011 disebabkan oleh kekurangan tenaga. Sedangkan soal nilai program masih belum dibicarakan karena jenis-jenis program yang bebeda.
Lebih lanjut Jarot menjelaskan proyek Dodo Rinti merupakan tahap eksplorasi dan merupakan bagian dari program Newmont Corporate.
Terhadap tenaga yang didatangkan dari Batu Hijau merupakan tenaga ahli di bidang geologi yang akan bertugas dalam masa eksplorasi.
Sementara berkaitan dengan asosiasi akan kembali dibicarakan untuk mencari penyelesaiannya. Dan soal MoU antara pihak PT NNT dengan semua desa di 6 kecamatan terdekat wilayah tambang, akan dibicarakan secara khusus di tingkat atas.
“Jika ada hal yang harus segera direvisi dalam MoU tersebut maka akan segera dilakukan, karena manajemen PTNNT tidak menginginkan adanya kejanggalan yang dapat merugikan masyarakat,” tandas pejabat tinggi newmont asal Desa Lamenta Kabupaten Sumbawa ini.
Hearing yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten A. Rakhman ini merekomendasikan, manajemen PTNNT diminta segera turun ke lapangan guna melakukan sosialisasi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat Lunyuk.
“Kami berterimah kasih pada manajemen PTNNT yang bersedia untuk menggelar sosiliasasi ke Lunyuk,” kata wakil rakyat asal Lunyuk yang akrab dipanggil H. Meng ini.
Pada kesempatan itu pula, H Meng meminta kepada manajemen PTNNT agar melakukan sosialisasi di Kecamatan Lape dan Lopok. “Kami harap PTNNT juga menggelar sosialisasi di Lape dan Lopok agar mereka tidak lagi mengadu lagi ke DPRD,” tandasnya.
Hadir pada pertemuan itu, Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, Sambirang Ahmadi, Sekretaris Komisi IV, Ilham Mustami, Anggota Komisi II, Salamuddin Maula, Fitra Rino, Burhanuddin AB dan Burhanuddin Semba. Dari eksekutif hadir Kadistamben dan [yang mewakili Kadisnakertrans Kabupaten Sumbawa.