Jumat, 10 Agustus 2012
KWARDA NTB LAKUKAN SILAHTURRAHIM DAN KUNGKER KE KWARTIR CABANG SUMBAWA
Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah NTB lakukan kunjungan kerja dan silaturrahmim ke kwartir cabang sumbawa kamis (9/8) kemarin bertempat di Sekretariat Kawartir Cabang Sumbawa yang dihadiri Pengurus Kwartir Cabang Sumbawa, Tokoh Pramuka, DKC dan Anggota Pramuka Kwartir Cabang Sumbawa.
Ketua Kwartir Cabang Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dalam laporannya, mengatakan bahwa sejak kepengurusan dirinya baru kali ini pertama Kwarda NTB melakukan kunjungan dan bertatap muka dengan Pengurus Kwartir Cabang Sumbawa selama kepengurunsannya, sehingga kedepannya dapat dilanjutkan untuk dapat mengetahui keberadaan seluruh Kwartir Cabang yang ada di derah.
Selain itu Ketua Kwartir Cabang Sumbawa juga melaporkan telah melakukan dan mengirim berbagai kegiatan dalam rangka kemajuan pramuka didaerah ini serta untuk program tahun 2012 diantaranra merencanakan melaksanakan Pelatihan Regu Penolong (SAR) karena belakang ini kabupaten Sumbawa sering dilanda bencana, sehingga pelatihan ini sangat sangat perlu untuk laksanakan untuk membantu sesama jika nantinya terjadi bencana.
Sedangkan kegiatan yang tidak kala pentingnya, ungkap mantan Sekda ini Kwarcab Sumbawa akan melakukan Pekan Penghajauan pada akhir tahun nanti, yakni tepatnya pada musim penghujan serta melakukan Sosialisai UU Gerakan Pramuka ke jajaran Pengurus Ranting dan pemangku kepentingan yang akan mendukung Gerakan Pramuka.
Kami berharap silaturrahim dan kumgker ini dapat dilakukan tiap tahunnya oleh Kwarda “ujar H. Mo sapaan akrabnya.
Sementara itu Ketua Kwarda NTB Dr. Ir. H. Rosasiadi,. M.Si dalam sambutannya, mengatakan bahwa kegiatan Road Show ini menjalin silaturrahim juga untuk dapat mengetahui secara langsung segala persoalan yang ada di masing0-masing Kwarcab.
Untuk itu tandas Kepala Bappeda Porovinsi NTB ini, kawrda berharap agar kedepannya Pramuka akan menjadi wahana apendidikan karakter pada sekolah mulai dari SD hingga SMA, sehingga akan menjadi suatu kegiatan ekstra kurikuler (Ekskol) dan akan dapat melibatkan secara langsung para siswa menjadi anggota pramuka.
Untuk itu ungkap Ketua Kwarda NTB mengharapkan agar sekolah-sekolah di Kabupaten Sumbawa pada setiap sabtu dapat mengunakan pakaian pramuka lengkap seperti yang dilakukan di SMP Negeri 13 Mataram.
Oleh karena pintanya agar para pelatih dan pe,bina dapat menciptakan kegiatan yang lebih menarik di Pramuka sehingga untuk dapat menarik para sisisa untuk masuk menjadi anggota pramuka nantinya.
Kami berharap anggota pramuka semakin hari semakin bertambah, sehingga pramuka akan menjadi besar nantinya.
Setelah memberikan pengarahan oleh Ketua Kwarda dilanjutkan dengan acara tanya jawab seputar kepramukakaan dan acara berlangsung dengan tertib dan setelah acara ditutup dilanjutkan foto bersama dengan para pengurus dan DKC selanjutnya rombongan Kwarda melanjutkan kperjalanan ke Kwarcab Sumbawa Baratuntuk melakukan hal yang samasetelah dari Kwarcab Bima, Kota Bima, Dompu dan Sumbawa Besar.
Jumat, 03 Agustus 2012
Persoalan Pedagang di Pasar Seketeng Terkesan Dibiarkan
Bala Kuning Sumbawa-Sembrawutnya pedagang yang berjualan di depan pasar Seketeng, semakin menambah persoalan di pasar yang letaknya di pusat kota Sumbawa Besar itu.
Ketua Komisi III DPRD, Jamaluddin Afifi menilai, instansi teknis Pemkab Sumbawa terkesan melakukan pembiaran atas persoalan tersebut.
“Keberadaan pedagang yang berjualan di depan pasar Seketeng, terkesan dibiarkan oleh instansi terkait” ungkap Jeff sapaan akrab Jamaluddin Afifi, yang ditemui Jum’at (3/8).
Ia menilai, instansi terkait tidak mempedulikan lingkungan dan tata ruang di pasar Seketeng. Bahkan, warga sekitar pasar sempat hendak melakukan pembongkaran paksa terhadap kios pedagang di depan pasar Seketeng karena dianggap mengganggu kenyamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.
Jeef mengaku sempat ditemui warga untuk berkonsultasi mengenai masalah itu. Ia menyarankan agar warga menyurati Pemkab Sumbawa, tapi hingga sekarang ini belum direspon.
“Apakah di wilayah itu tidak ada pejabat yang tinggal, sehingga tidak ada kepedulian dari pemerintah. Jika wilayah itu merupakan perumahan pejabat, lain ceritanya,” ujarnya.
Sementara terkait adanya rencana pembangunan pasar induk di belakang Terminal Sumer Payung, lanjut Jeff, harus disesuaikan dengan RTRW yang ada. Jika perencanaannya asal-asalan, maka DPRD akan menolak usulannya, sebab lokasi yang dimaksud adalah persawahan dan juga merupakan daerah resapan air. Jadi pemerintah harus merencanakannya secara matang.
Ia mencontohkan, lingkungan pasar Seketeng sebelumnya indah. Setelah direnovasi tanpa perencanaan yang matang, maka kondisinya menjadi amburadul.
“Sebaiknya pejabat terkait yang bertanggungjawab terhadap pasar Seketeng mundur saja, jika tidak bisa menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.
Ketua Komisi III DPRD, Jamaluddin Afifi menilai, instansi teknis Pemkab Sumbawa terkesan melakukan pembiaran atas persoalan tersebut.
“Keberadaan pedagang yang berjualan di depan pasar Seketeng, terkesan dibiarkan oleh instansi terkait” ungkap Jeff sapaan akrab Jamaluddin Afifi, yang ditemui Jum’at (3/8).
Ia menilai, instansi terkait tidak mempedulikan lingkungan dan tata ruang di pasar Seketeng. Bahkan, warga sekitar pasar sempat hendak melakukan pembongkaran paksa terhadap kios pedagang di depan pasar Seketeng karena dianggap mengganggu kenyamanan dan ketertiban di lingkungan mereka.
Jeef mengaku sempat ditemui warga untuk berkonsultasi mengenai masalah itu. Ia menyarankan agar warga menyurati Pemkab Sumbawa, tapi hingga sekarang ini belum direspon.
“Apakah di wilayah itu tidak ada pejabat yang tinggal, sehingga tidak ada kepedulian dari pemerintah. Jika wilayah itu merupakan perumahan pejabat, lain ceritanya,” ujarnya.
Sementara terkait adanya rencana pembangunan pasar induk di belakang Terminal Sumer Payung, lanjut Jeff, harus disesuaikan dengan RTRW yang ada. Jika perencanaannya asal-asalan, maka DPRD akan menolak usulannya, sebab lokasi yang dimaksud adalah persawahan dan juga merupakan daerah resapan air. Jadi pemerintah harus merencanakannya secara matang.
Ia mencontohkan, lingkungan pasar Seketeng sebelumnya indah. Setelah direnovasi tanpa perencanaan yang matang, maka kondisinya menjadi amburadul.
“Sebaiknya pejabat terkait yang bertanggungjawab terhadap pasar Seketeng mundur saja, jika tidak bisa menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
